in

LOVELOVE WKWKWKWK UWUUWU

Belajar Bahasa Korea Dasar – Menggabungkan Hangeul

Pengenalan Hangeul
Source: Peopleciety

Annyeong chingudeul.. Ayo kita lanjut belajar tentang pengenalan Hangeul (한글). Melanjutkan materi Belajar Bahasa Korea Dasar – Menulis Hangeul, sekarang kita pelajari bagaimana cara menggabungkan karakter Hangeul. Untuk menulis atau menggabungkan Hangeul menjadi sebuah suku kata atau kata ada aturan yang bisa dipelajari dan diikuti.

1. Tidak Dapat Berdiri Sendiri

Untuk menulis Bahasa Korea dengan Hangeul, poin pertama yang perlu diingat adalah penggunaan karakter Hangeul tidak dapat berdiri sendiri. Kita harus merangkai atau menggabungkan karakter Hangeul (konsonan dan vokal) yang ada. Contohnya :
Kata 한글 (Hangeul) terdiri dari karakter ㅎ+ㅏ+ㄴ+ㄱ+ㅡ+ㄹ
Nama 은지 (Eunji) terdiri dari karakter ㅇ+ㅡ+ㄴ+ㅈ+ㅣ
Kata 서울 (Seoul) terdiri dari karakter ㅅ+ㅓ+ㅇ+ㅜ+ㄹ
Pengenalan Hangeul untuk point ini perlu diketahui sehingga kita bisa membedakan Hangeul sebagai karakter, kata, dan sistem penulisan nya.

pengenalan hangeul
Source: Vision Onnuri

2. Ditulis Per Suku Kata

Penggunaan dan penggabungan karakter Hangeul ditulis per suku kata. Sebenarnya kita cukup mudah untuk mengikuti aturan ini karena kita tinggal memenggal sesuai suku kata dari setiap kata. Simak contoh berikut.
Sa-rang-ha-da -> 사-랑-하-다 (mencintai)
A-beo-ji -> 아-버-지 (ayah)
U-yu -> 우-유 (susu)
Geul-ja -> 글-자 (huruf/abjad)
Guk-su -> 국-수 (mi)
Byeol -> 별 (bintang)
Dak -> 닭 (ayam)
A-i-seu-keu-rim -> 아-이-스-크-림 (ice cream)

3. Dobel Konsonan Tidak Bisa Mengawali Satu Suku Kata

Pengenalan Hangeul pada poin ini lebih dekat dengan kata-kata pinjaman dari bahasa asing. Jika kita menulis kata yang memiliki dua konsonan berturut-turut maka pisahkan masing-masing konsonan dan gabungkan dengan karakter “-” (eu) sehingga menjadi dua suku kata. Dan kebanyakan kata dengan pola ini adalah kata yang bukan asli Bahasa Korea. Tulis kata tersebut berdasar bunyi nya. Contohnya seperti berikut.
Christmas [krisməs] ditulis 크리스마스 (keuriseumaseu), bukan ㅋ리ㅅ맛 / ㅋ리ㅅ마ㅅ
Strike [straik] ditulis 스트라이크  (seuteuraikeu), bukan ㅅㅌ라잌 / ㅅㅌ라이ㅋ

4. Pola Rangkaian K+V

Buat yang masih bingung dengan cara menggabungkan karakter Hangeul menjadi suku kata (atau kata), bisa perhatikan lebih baik pengenalan Hangeul mulai poin ini. Kalau melihat contoh di atas, terlihat masing-masing suku kata ada yang terdiri dari dua atau tiga karakter Hangeul. Maka, pola penggabungan pertama adalah K+V. Yaitu menggabungkan dua karakter saja (konsonan+vokal) untuk menjadi suku kata atau kata.
Posisi penulisan pola K+V ini bisa menyamping dan menurun. Posisi menyamping ada suku kata 사 (sa) pada kata “saranghada” dan 아 (a) pada “abeoji”. Posisi menurun ada suku kata 우 (u) pada kata “uyu” dan 수 (su) pada “guksu”.
Bagaimana perbedaan dua posisi itu? Ingat karakter Hangeul tidak dapat digunakan sendiri kan. Maka karakter konsonan bisa berada di sisi kiri atau atas. Sedangkan karakter vokal, berada di sisi kanan atau bawah berdasar penggunaanya. Perhatikan gambar berikut.

Dari gambar terlihat posisi untuk penggunaan huruf vokal dengan konsonan “ㅇ” (ng). Kamu cukup gantikan konsonan “ㅇ” (ng) itu dengan konsonan yang lain. Ingat kalau “ㅇ” (ng) di awal suku kata tidak “berbunyi”.

5. Pola Rangkaian K+V+K

Pengenalan Hangeul pola rangkaian kedua adalah K+V+K (konsonan + vokal + konsonan). Dengan rule yang sama pada pola K+V, kamu tinggal tambahkan saja satu konsonan lagi di akhir suku kata. Posisi konsonan akhir pada setiap suku kata harus terletak di bawah. Langsung aja contoh bentuknya ada di suku kata berikut :
랑 (Rang) pada kata “saranghada”
글 (Geul) pada kata “geulja”
국 (Guk) pada kata “guksu”
별 (Byeol) pada kata “byeol”
Bisa terlihat, pola konsonan akhir pada suku kata selalu ada di bagian bawah, baik itu untuk posisi penulisan menyamping maupun menurun. Konsonan pada akhir suku kata ini disebut 받침 (batchim).

Source: Koreanculture

6. Pola Rangkaian K+V+K+K

Pola rangkaian ketiga adalah K+V+K+K (konsonan + vokal + konsonan + konsonan). Pada dasarnya sama dengan rule pola rangkaian K+V+K di atas. Bedanya di sini yang harus diperhatikan, dua konsonan di akhir suku kata ini sudah menjadi satu pasang. Jadi untuk pengenalan Hangeul poin ini kita juga perlu menambah perbendaharaan kata yang menggunakan batchim gabungan, disebut 겹 받침 (gyeop batchim). Posisi dua konsonan akhir ini masih sama, dibagian bawah suku kata. Berikut contoh beberapa suku kata atau kata dengan pola K+V+K+K.
닭 (dak) = ayam
앉-다 (anta) = duduk
많-다 (manta) = banyak
없-다 (opta) = tidak ada
싫-다 (silta) = tidak mau

Itu tadi aturan penggabungan dalam merangkai karakter Hangeul menjadi suku kata dan kata. Sering-sering berlatih dengan menambah kosakata dan menulisnya langsung ya.

Via Kepoper.com

What do you think?

16 points
Upvote Downvote
Super Rookie

Written by little-a

VisualContent Author

Tinggalkan Balasan

Girl Group Secret Number Segera Menjumpai Penggemar pada November Mendatang

Kronologi Skandal Irene Red Velvet dan Respon dari SM Entertainment